Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengultimatum setiap serangan terhadap pemimpin tertinggi, Ayatollah Ali Khamenei, berarti deklarasi perang skala penuh dengan negaranya. Pernyataan itu diutarakan Pezeshkian sebagai wanti-wanti terhadap pernyataan Presiden AS Donald Trump soal mencari pemimpin baru Iran. “Serangan terhadap pemimpin besar negara kita sama saja dengan perang skala penuh dengan bangsa Iran,” kata Pezeshkian dalam sebuah unggahan di X, Senin (19/1).
Iran masih menghadapi demonstrasi berdarah besar-besaran yang terus meluas sejak 28 Desember lalu. Para demonstran turun ke jalan memprotes krisis ekonomi yang kian memburuk hingga akhirnya menuntut Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, untuk lengser. Sejumlah lembaga pemantau HAM Iran melaporkan korban tewas selama demonstrasi berlangsung bahkan telah mencapai 5 ribu orang lebih dan pemerintah Iran masih berusaha meredam gejolak demonstran dengan memblokir internet seluruh negeri.
Khamenei mengatakan aktor-aktor yang terkait dengan AS dan Israel bertanggung jawab atas pembunuhan ‘beberapa ribu’ orang selama protes anti-pemerintah. “Mereka yang terkait dengan Israel dan AS menyebabkan kerusakan besar dan membunuh beberapa ribu orang selama protes yang mengguncang Iran selama lebih dari dua minggu,” kata Khamenei, Minggu (18/1). Dia menuduh kedua negara itu terlibat langsung dalam kekerasan tersebut. Dia juga menyebut Presiden AS Donald Trump sebagai ‘kriminal’.
