Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan. Dalam rapat di Posko Utama Satgas Karhutla Sumsel, ia menginstruksikan penurunan 1.000 perwira TNI dan Polri untuk membantu sosialisasi serta edukasi masyarakat agar pencegahan lebih efektif. Prabowo menekankan pentingnya respons cepat terhadap setiap hotspot agar tidak berkembang menjadi kebakaran besar.
Selain fokus pada pencegahan, Prabowo mendorong inovasi di kawasan gambut dengan memperbanyak sumur bor, embung, dan kanal. Ia bahkan mengusulkan agar infrastruktur tersebut dimanfaatkan secara produktif, misalnya untuk budidaya ikan, sehingga selain mengendalikan karhutla juga memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat. BRIN diminta terlibat dalam riset dan pengembangan solusi inovatif ini.
Prabowo menutup rapat dengan apresiasi kepada Forkopimda Sumsel dan seluruh pihak yang telah bekerja keras. Ia mengingatkan agar persoalan asap juga menjadi perhatian utama, karena dampaknya langsung dirasakan masyarakat. Pemerintah pusat, menurutnya, akan terus memantau perkembangan dan memperkuat koordinasi agar penanganan karhutla berjalan optimal.
