Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa tingkat kerusakan akibat banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, serta Sumatera Barat terbilang serius dan memprihatinkan. Bencana tersebut telah merusak area persawahan, menjebol bendungan, dan menghancurkan banyak perumahan warga.
Berdasarkan data sementara dari BNPB, bencana ini telah menyebabkan ratusan orang meninggal dunia, ratusan lainnya hilang, dan memaksa hampir satu juta warga mengungsi. Selain itu, lebih dari 147 ribu rumah, ratusan jembatan, dan ribuan fasilitas umum seperti sekolah dan pusat kesehatan mengalami kerusakan.
Upaya penanganan dinilai sudah berjalan masif dan cepat, namun masih terkendala oleh kondisi alam yang belum stabil. Sejumlah desa dan kecamatan di tiga provinsi tersebut juga dilaporkan masih terisolasi, meskipun distribusi bantuan logistik terus diupayakan melalui darat dan udara.
