Presiden Prabowo Subianto di hadapan para pengusaha Amerika Serikat yang tergabung dalam Kamar Dagang AS (USCC), US-ASEAN Business Council (USABC), dan US-Indonesia Society (USINDO), menjamin pemerintah Indonesia senantiasa menjaga iklim berinvestasi tetap kondusif. Iklim kondusif itu, terlihat dari stabilitas di berbagai sektor mulai dari ekonomi dan politik, kemudian adanya kepastian hukum (rule of law) yang menjadi prioritas utama pemerintah, dan komitmen untuk terus memberantas korupsi serta kartel. Prabowo kemudian melanjutkan bagi dirinya kompetisi merupakan hal yang penting, tetapi setelah berkompetisi, yang terpenting adalah masing-masing pihak lanjut bekerja sama, berkolaborasi, dan saling berkompromi. Tidak hanya itu, Presiden Prabowo juga menyatakan penting untuk menjaga kepastian hukum dan tata kelola pemerintahan yang bersih, serta menjaga disiplin fiskal dalam mengelola keuangan negara.
Dalam kesempatan yang sama, Presiden kemudian mengungkap besaran investasi asing yang masuk Indonesia pada tahun lalu mencapai 53 miliar dolar AS. “Menurut saya, ini mencerminkan kepercayaan yang konkret terhadap perekonomian kami dengan ukurannya saat ini, potensi pertumbuhannya, dan stabilitas politik yang sejalan dengan kebijakan kami saat ini,” kata Prabowo. Di hadapan para pengusaha AS itu, Presiden Prabowo kemudian memperkenalkan Badan Pengelola Investasi Danantara sebagai sovereign wealth fund-nya Indonesia, kemudian peluang-peluang investasi yang dapat dijajaki oleh pengusaha, dan capaian-capaian yang berhasil diperoleh pemerintah dalam setahun terakhir, di antaranya seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), dan digitalisasi sektor pendidikan melalui penyaluran papan tulis pintar (IFP) ke sekolah-sekolah.
