Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya penguatan kolaborasi antarnegara ASEAN dalam menghadapi tantangan global, terutama di sektor energi dan pangan. Pernyataan tersebut disampaikan dalam KTT Khusus BIMP-EAGA yang menjadi bagian dari rangkaian KTT ke-48 ASEAN di Cebu, Filipina. Prabowo menilai forum tersebut berlangsung pada momentum penting di tengah meningkatnya ketidakpastian global.
Dalam pidatonya, Prabowo menekankan bahwa kerja sama subkawasan Brunei Darussalam-Indonesia-Malaysia-Philippines East ASEAN Growth Area (BIMP-EAGA) harus menjadi lebih adaptif, responsif, dan berdampak nyata bagi masyarakat. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden Filipina, Ferdinand Marcos Jr., atas kepemimpinannya dalam forum tersebut. Menurutnya, tantangan global saat ini menuntut kolaborasi yang lebih erat dan efektif antarnegara ASEAN.
Prabowo menegaskan bahwa prioritas utama negara-negara ASEAN adalah melindungi keselamatan dan mata pencaharian masyarakat. Ia menyebut visi BIMP-EAGA 2035 telah memberikan arah yang jelas bagi pengembangan kawasan, namun implementasi konkret menjadi tantangan utama ke depan. Dari Cebu, Prabowo juga menekankan bahwa solidaritas dan kerja sama kawasan merupakan kunci agar ASEAN tetap tangguh menghadapi dinamika dunia yang semakin kompleks.
