Dalam perayaan HUT RI ke-81 di Istana Presiden, publik menyoroti momen ketika Presiden Prabowo Subianto duduk diapit oleh Joko Widodo dan Gibran Rakabuming Raka. Potret keakraban ini dianggap sebagai penyeimbang isu keretakan hubungan Prabowo-Jokowi yang sempat mencuat, terutama setelah Jokowi melakukan lawatan politik bersama PSI. Kehadiran Didit Prabowo di Solo sebelumnya juga dinilai sebagai upaya merajut kembali kedekatan kedua tokoh.
Sejumlah pihak menilai momen tersebut sebagai simbol politik yang sehat. Waketum PAN Viva Yoga menyebutnya sebagai “kegembiraan politik” karena memperlihatkan para pemimpin mampu duduk bersama, berdialog, dan menunjukkan persahabatan di tengah peringatan kenegaraan. Ketua DPP PKB Daniel Johan juga menekankan bahwa perbedaan pandangan politik tidak seharusnya menghalangi silaturahmi dan kerja sama antartokoh bangsa.
Meski demikian, muncul pertanyaan apakah keakraban ini benar-benar mencerminkan situasi politik menjelang 2029 atau sekadar bingkai seremonial. Publik bebas menafsirkan, sementara media menyoroti kemungkinan pesan politik di balik momen tersebut, termasuk spekulasi tentang arah hubungan Prabowo, Jokowi, dan Gibran di panggung politik masa depan.
