Presiden Prabowo Subianto bertemu sejumlah tokoh nasional di kediamannya pada Jumat, 30 Januari 2026. Wacana pemilihan kepala daerah (pilkada) secara tidak langsung menjadi salah satu isu yang dibahas.
Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Siti Zuhro menyampaikan opsi. Opsi Pilkada langsung seperti sekarang dinilai belum sepenuhnya efektif karena partai politik peserta Pilkada belum firm, stakeholder-nya belum memiliki kesamaan perspektif, dan tidak adanya keberpihakan Pemda untuk mengeksekusi program rakyat. Sementara pilkada tidak langsung dimungkinkan untuk diterapkan selama tidak menggunakan mekanisme lama. Peraturannya perlu di adendum dengan mengedepankan hak politik masyarakat sipil.
Atas opsi tersebut, Prabowo belum menyampaikan kesimpulan. Namun, Siti Zuhro menegaskan bahwa pilkada harus berdampak pada kualitas pemerintahan daerah. “Kalau sudah tidak bisa mengurus dan melayani, pemda apa itu? Sibuk dengan OTT, sibuk dengan manuver-manuver politik, sibuk dengan katakan konflik antara kepala daerah dan wakilnya, pecah kongsi. Sibuk gitu aja. Kapan kerjanya? Nah ini antara lain yang kita pikirkan.”
