Pemerintah mengambil sejumlah kebijakan mitigasi risiko untuk menghadapi dinamika global dan tekanan energi, antara lain penerapan bekerja dari rumah (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) setiap Jumat, efisiensi perjalanan dinas, serta dorongan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) secara bijak. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut kebijakan WFH satu hari dalam sepekan berpotensi menghemat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga Rp6,2 triliun dari pengurangan kompensasi BBM, sementara potensi penghematan konsumsi BBM masyarakat diperkirakan mencapai Rp59 triliun. Kebijakan WFH berlaku bagi ASN pusat dan daerah, namun sejumlah jabatan strategis di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota dikecualikan, sedangkan pengaturan sektor swasta akan disusun oleh Kementerian Ketenagakerjaan.
Selain itu, pemerintah membatasi perjalanan dinas ASN sebagai bagian dari efisiensi anggaran, yakni perjalanan dalam negeri dipangkas hingga 50 persen dan luar negeri hingga 70 persen. Langkah ini diiringi refocusing dan prioritisasi belanja kementerian dan lembaga dengan potensi pengalihan anggaran sebesar Rp121,2 triliun hingga Rp130,2 triliun ke program yang lebih produktif dan berdampak langsung bagi masyarakat. Di sektor pendidikan, pemerintah memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung secara tatap muka lima hari dalam seminggu tanpa penerapan pembelajaran jarak jauh, serta tidak ada pembatasan kegiatan olahraga maupun ekstrakurikuler sekolah.
Di bidang energi, pemerintah memastikan harga BBM, termasuk Pertalite dan Pertamax, tidak mengalami kenaikan per 1 April meski harga minyak dunia meningkat akibat konflik global. Pemerintah juga menjamin stok BBM nasional aman dan mengimbau masyarakat tidak melakukan panic buying. Namun, untuk menjaga distribusi yang adil, pembelian BBM subsidi jenis Pertalite dan solar dibatasi maksimal 50 liter per kendaraan per hari melalui sistem barcode MyPertamina, kecuali bagi kendaraan umum. Pemerintah berharap masyarakat turut berperan dalam penghematan energi dengan menggunakan BBM secara bijak di tengah tekanan harga minyak global.
