PT PLN (Persero) meluncurkan program Smart & Green Building di Kantor Pusat PLN Jakarta sebagai upaya meningkatkan efisiensi energi dan menekan emisi karbon. Program ini menghadirkan teknologi seperti PLTS Atap, Energy Management System, dan pendingin ruangan berbasis digital yang memungkinkan pengelolaan energi dilakukan secara otomatis dan real time. Direktur Utama Darmawan Prasodjo menyebut transformasi ini menjadi bagian dari perubahan PLN menuju platform energi digital yang lebih modern dan terintegrasi.
Sebagai proyek percontohan, Gedung Trapesium di Kantor Pusat PLN telah dilengkapi PLTS Atap berkapasitas 89,28 kWp yang terhubung dengan sistem pengelolaan energi digital. PLN menilai gedung dan rumah di masa depan tidak hanya berfungsi sebagai pengguna energi, tetapi juga mampu memproduksi dan mengelola energi sendiri. Komisaris Independen PLN, Andi Arief, menegaskan bahwa PLN harus menjadi contoh nyata dalam penerapan efisiensi energi dan transisi menuju operasional yang lebih berkelanjutan.
Pada tahap awal tahun 2026, program Smart & Green Building akan diterapkan di 10 gedung PLN dengan target pemasangan PLTS Atap berkapasitas 1.100 kWp dan 471 unit IoT Smart AC. Ke depan, PLN memetakan sekitar 400 gedung yang layak dipasangi PLTS Atap dari total 1.300 gedung yang dimiliki perusahaan. Dalam roadmap 2026–2035, PLN menargetkan kapasitas PLTS Atap mencapai 12 MWp serta pengurangan emisi karbon hingga 0,3 juta ton CO2 equivalent sebagai bagian dari modernisasi operasional perusahaan.
