PT PLN (Persero) berencana mengurangi ketergantungan pada bahan bakar minyak (BBM) dengan mengganti 2.139 mesin pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) yang tersebar di 741 lokasi menjadi berbasis energi baru terbarukan (EBT). Langkah ini dilakukan untuk menekan penggunaan energi impor yang mahal sekaligus meningkatkan efisiensi sektor ketenagalistrikan nasional.
Konversi PLTD akan disesuaikan dengan potensi energi di masing-masing daerah. Jika tersedia sumber air, PLN akan mengembangkan pembangkit pikohidro atau mikrohidro. Sementara itu, di wilayah yang tidak memiliki potensi tersebut, solusi yang digunakan adalah pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) yang dipadukan dengan sistem penyimpanan energi baterai.
Program ini merupakan bagian dari strategi transisi energi PLN untuk meningkatkan ketahanan energi, menurunkan biaya produksi listrik, dan mendorong penggunaan energi hijau. Selain itu, PLN juga akan meluncurkan program Green Integrated GigaWatt Acceleration (Gigaone) mulai 2026 untuk memperkuat sistem kelistrikan, meningkatkan bauran EBT, serta menarik investasi hijau di Indonesia.
