Perusahaan-perusahaan Indonesia dan Amerika Serikat menandatangani kesepakatan dagang dan investasi senilai lebih dari US$7 miliar pada Rabu (18/2/2026). Melansir Reuters Kamis (19/2/2026), kesepakatan tersebut diumumkan oleh U.S.-ASEAN Business Council (USABC) dan ditandatangani dalam jamuan makan malam untuk Presiden Prabowo yang diselenggarakan oleh Kamar Dagang AS. Berdasarkan lembar fakta USABC, perjanjian tersebut mencakup komitmen pembelian komoditas pertanian AS oleh perusahaan Indonesia, yakni: 1 juta ton kedelai, 1,6 juta ton jagung, dan 93.000 ton kapas. Selain itu, Indonesia juga berkomitmen membeli 1 juta ton gandum pada tahun ini dan hingga 5 juta ton pada 2030.
Selain sektor pangan, kesepakatan juga mencakup nota kesepahaman (MoU) antara perusahaan tambang AS Freeport McMoRan dan Kementerian Investasi Indonesia terkait kerja sama mineral kritis. Di sektor energi, perusahaan migas pelat merah Pertamina menandatangani kerja sama dengan Halliburton Co untuk kolaborasi dalam peningkatan perolehan minyak (oilfield recovery). Pertemuan tingkat tinggi Prabowo dan Trump diperkirakan akan menjadi momentum finalisasi kerangka kerja sama dagang yang lebih luas antara kedua negara.
