PT Pertamina Patra Niaga mengungkapkan sejumlah strategi untuk menjaga pasokan Liquefied Petroleum Gas (LPG) tetap aman. Hal ini merespons ancaman krisis LPG di tengah ketergantungan impor yang mencapai lebih dari 70% dari kebutuhan nasional. Ancaman krisis itu kian nyata usai terganggunya lalu lintas pengiriman energi melalui Selat Hormuz buntut perang. Kelangkaan pasokan LPG pun mulai terasa di wilayah Jawa Timur. Namun, Pertamina mengklaim telah berhasil mengatasinya dan menambah penyaluran LPG 3 kg itu.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth M.V. Dumatubun mengatakan, pihaknya kini melakukan beragam strategi untuk menjaga pasokan LPG di Tanah Air. Dia mengatakan, Pertamina terus berkoordinasi intens dengan pemerintah dan stakeholder terkait untuk terus memonitor perkembangan terkini. Selain itu, pihaknya juga terus berkoordinasi dengan penyedia untuk memastikan ketersediaan stok.
