Sebanyak tiga kapal diserang di Selat Hormuz pada Minggu (1/3/2026), di tengah berlanjutnya serangan balasan Iran terhadap Amerika Serikat (AS) dan Israel. Badan keamanan maritim Inggris, United Kingdom Maritime Trade Operations (UKMTO), menyatakan bahwa satu kapal di lepas pantai Oman terkena proyektil tak dikenal di atas garis air. Insiden terpisah terjadi terhadap kapal lain yang juga dihantam proyektil tak dikenal hingga memicu kebakaran.
Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran strategis bagi perdagangan energi global. Sekitar seperempat pasokan minyak dunia dan seperlima gas alam cair melewati perairan ini. Sehari sebelumnya, Garda Revolusi Iran (IRGC) menutup jalur pelayaran itu dan memperingatkan bahwa kawasan tersebut tidak aman akibat serangan udara AS dan Israel.
