Perang AS-Iran Melebar ke Laut Luas, NATO Terancam Krisis Suez

Perang antara Amerika Serikat (AS) dan Iran terancam kian meluas hingga ke wilayah perairan Laut Mediterania.  Serangan drone misterius yang menghantam pelabuhan Damietta di Mesir, dekat pintu masuk utara Terusan Suez, akhir bulan lalu memicu ancaman baru terhadap stabilitas perdagangan global. Hal ini sekaligus meningkatkan tekanan keamanan di kawasan yang menjadi benteng pertahanan sayap selatan NATO.  Insiden ini terjadi bersamaan dengan eskalasi gempuran maritim oleh kelompok Houthi Yaman yang mengancam akan memblokir kembali akses Selat Bab al-Mandab di Laut Merah dari arah selatan.  Di saat bersamaan, nasib Selat Hormuz masih belum jelas meski negosiasi terus berlangsung. Kombinasi ancaman ini dinilai berisiko mengulang kenangan kelam krisis Suez 1956 dan menyeret negara-negara Eropa ke dalam pusaran perang regional.

Peneliti senior di NATO Defense College, John Deni menegaskan, blok militer itu tetap fokus pada ancaman yang berasal dari dua arah, yakni Rusia dan ketidakstabilan dari selatan. Meskipun Presiden AS Donald Trump berulang kali mendesak sekutu-sekutunya untuk memberikan dukungan militer penuh, mayoritas negara anggota NATO di Eropa sejauh ini enggan terlibat secara terbuka dalam operasi ofensif melawan Iran.  Perhatian utama aliansi militer tersebut saat ini masih terbagi untuk menghadapi ancaman pertahanan dari perbatasan timur terkait konflik Rusia-Ukraina.

Mantan pejabat NATO, Jamie Shea menggarisbawahi bahwa ketidakpastian pesan dari Gedung Putih membuat negara-negara Eropa bersikap sangat hati-hati.  Kendati beberapa negara seperti Inggris dan Perancis turut memberikan bantuan pertahanan udara serta logistik secara terbatas di Teluk Persia, NATO diperkirakan kecil kemungkinan untuk menerjunkan misi tempur resmi di Timur Tengah.  Penambahan penugasan patroli maritim multinasional di perairan luar justru dikhawatirkan dapat membentangkan armada angkatan laut NATO terlalu tipis, sehingga makin memperlelah pertahanan di kawasan Mediterania.

Search