Hubungan antara PDI Perjuangan (PDIP) dan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), kembali memanas. Ketua DPR RI Puan Maharani meminta agar seluruh pihak menyudahi panas PDIP versus Jokowi. Perseteruan ini bermula dari pernyataan Ketua DPP PDIP Deddy Sitorus pada Rabu (12/3) ang menyebut pada 14 Desember 2024 lalu, ada utusan meminta Sekjen Hasto Kristiyanto mundur dari jabatannya. Tak hanya itu, utusan itu disebut meminta PDIP tak memecat Jokowi.
Jokowi merespons tudingan tersebut, dengan meminta agar PDIP membuktikan siapa utusan yang dimaksud. Jokowi bahkan mengaku selama ini dirinya memilih diam ketika difitnah, dan mengingatkan kesabarannya ada batas. Politikus PDIP Deddy Sitorus, merespons Kembali, dan sempat sesumbar mengajak Jokowi ngopi bareng demi mengungkap sosok utusan yang dimaksud. Deddy meluruskan dirinya tak pernah mengatakan Jokowi mengirim utusan. Namun, ada ‘utusan’ yang datang ke PDIP dan meminta Jokowi tidak dipecat.
Secara khusus, Politikus PDIP Guntur Romli merespons ucapan Jokowi yang mengaku diam meski dicela. Menurutnya, ucapan Jokowi kontradiktif. Sejumlah relawan Jokowi pasang badan membela eks kader PDIP itu. Salah satunya, Ketum Pro-Jokowi (Projo), Budi Arie Setiadi meminta PDIP setop berdrama dan mengarang cerita terkait Jokowi.