Pemerintah Siap Impor 100 Ribu Tabung CNG China untuk Gantikan LPG 3 Kg

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengumumkan rencana impor 100 ribu tabung Compressed Natural Gas (CNG) 3 kilogram dari China sebagai tahap awal implementasi substitusi LPG 3 kg. Kebijakan ini diambil karena industri dalam negeri dinilai belum memiliki kemampuan teknologi untuk memproduksi tabung CNG berstandar tinggi tersebut. Pemerintah berharap penggunaan CNG dapat menekan tingginya impor LPG nasional sekaligus menjadi alternatif energi rumah tangga yang lebih efisien.

Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menyatakan bahwa impor ini bersifat sementara. Jika penggunaan tabung CNG nantinya berkembang secara masif di Indonesia, pemerintah akan mendorong produsen luar negeri membuka fasilitas produksi di dalam negeri. Langkah ini dinilai dapat memperkuat transfer teknologi sekaligus mendukung pengembangan industri energi nasional.

Pemerintah juga menargetkan proses pengujian tabung dapat dimulai dalam 1–2 bulan setelah pemesanan dilakukan. Dari sisi keamanan, ESDM menegaskan bahwa tabung CNG akan dirancang dengan standar keamanan tinggi melalui penguatan pada tabung dan valve, bahkan diklaim lebih aman dibandingkan LPG 3 kg. Teknologi yang digunakan disebut sebagai tipe baru yang belum banyak diterapkan untuk kapasitas setara LPG 3 kg di dunia.

Search