PDIP: Iran Buka Selat Hormuz 2 Minggu Peluang Sekaligus Ujian bagi RI

Mufti Anam, Kapoksi PDIP Komisi VI DPR RI, mengatakan pembukaan lalu lintas maritim Selat Hormuz selama 2 minggu merupakan peluang dan ujian bagi Indonesia.

RI harus bergerak cepat menyikapi keputusan Iran membuka Selat Hormuz tersebut. Mengingat sampai saat ini dua tanker milik Pertamina masih tertahan. Berbeda dengan Malaysia yang bisa mengeluarkan kapal tankernya dari Selat Hormuz. Jangan sampai Indonesia terlihat di mata dunia namun seperti tidka memiliki daya tawar.

“Pemerintah tidak boleh santai. Harus ada langkah cepat dan berani. Jangan lagi pakai ritme birokrasi biasa. Harus ada tekanan diplomatik yang nyata, harus ada komunikasi level tinggi, bahkan kalau perlu langsung antar kepala negara. Negara lain bergerak cepat, kita tidak boleh tertinggal,” ujarnya.

Pemerintah sebaiknya menyiapkan skenario darurat terkait pasokan energi imbas konflik di Asia Barat. Momentum ini dimanfaatkan secara optimal oleh pemerintah untuk melakukan diplomasi yang baik.

Search