Pascagempa NTT, Dukcapil Terbitkan 358 Dokumen Warga Manggarai Barat

Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri mengerahkan layanan jemput bola untuk memulihkan dokumen kependudukan warga terdampak gempa di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Pada hari pertama pelayanan, Senin, 24 Agustus 2026, sebanyak 358 dokumen kependudukan telah diterbitkan, meskipun kantor Dinas Dukcapil Manggarai Barat mengalami kerusakan berupa retakan akibat gempa. Dokumen tersebut meliputi perekaman dan pencetakan KTP elektronik, Kartu Keluarga, Kartu Identitas Anak, surat pindah datang, akta kelahiran, akta kematian, akta perkawinan, serta aktivasi Identitas Kependudukan Digital.

Untuk memperkuat pelayanan, Ditjen Dukcapil mengirimkan berbagai peralatan dan logistik, antara lain 4.000 blanko KTP elektronik, perangkat internet Starlink, Sam Card, ribbon, film, cleaning kit, kertas, printer inkjet, serta alat perekam KTP elektronik portabel. Peralatan tersebut memungkinkan petugas menjangkau warga di posko pengungsian dan desa-desa terdampak, termasuk wilayah yang sulit dijangkau. Pemerintah juga memastikan bahwa penggantian dokumen kependudukan yang hilang atau rusak akibat bencana dilakukan secara gratis.

Tim Ditjen Dukcapil bersama Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat terus berkoordinasi untuk memastikan pelayanan administrasi kependudukan tetap berjalan selama masa tanggap darurat. Dukcapil berencana memperluas layanan ke sejumlah posko pengungsian dan wilayah terdampak lainnya, sementara petugas juga terus memantau perkembangan gempa susulan yang masih terjadi dengan kekuatan di bawah magnitudo 4. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat memastikan warga terdampak segera memperoleh kembali dokumen penting yang dibutuhkan untuk mengakses berbagai layanan publik dan bantuan pascabencana.

Search