Netanyahu: Jika Sandera Tak Bebas Semua, Gencatan Senjata Berakhir

Israel mengancam bakal melanjutkan serangan ke Gaza apabila Hamas tidak membebaskan seluruh sandera pada Sabtu (15/2). Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan gencatan senjata berakhir jika sandera tak kembali. Berdasarkan ketentuan gencatan senjata, para tawanan akan dibebaskan secara bertahap sebagai ganti warga Palestina yang berada dalam tahanan Israel. Sejauh ini, Israel dan Hamas telah menyelesaikan lima pertukaran sandera-tahanan.

“Jika Hamas tidak mengembalikan sandera kami pada Sabtu siang, gencatan senjata akan berakhir, dan IDF (militer Israel) akan melanjutkan pertempuran sengit hingga Hamas dikalahkan secara meyakinkan,” kata Netanyahu. Militer Israel juga mengatakan telah memutuskan “untuk meningkatkan tingkat kesiapan” pasukannya di dekat Jalur Gaza dan “menambah bala bantuan dengan pasukan tambahan, termasuk pasukan cadangan.”

Ketegangan semakin meningkat setelah Trump bulan lalu mengusulkan untuk mengambil alih Gaza dan memindahkan lebih dari dua juta penduduknya. Sementara itu, pemimpin senior Hamas Sami Abu Zuhri mengatakan pernyataan Trump “semakin memperumit masalah.” Pada Selasa malam, Hamas kembali menegaskan bahwa mereka “berkomitmen pada perjanjian gencatan senjata” tetapi mengatakan Israel “adalah pihak yang tidak mematuhi komitmennya dan bertanggung jawab atas segala komplikasi atau penundaan.” Hamas mengatakan akan menunda pembebasan sandera berikutnya, yang dijadwalkan pada Sabtu, dengan menuduh Israel melanggar kesepakatan dan meminta Israel untuk memenuhi kewajibannya.


Search