Aliansi Pertahanan Negara Atlantik Utara (NATO) meluncurkan sebuah misi keamanan baru di Greenland demi meredam ambisi Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mengambil alih wilayah Denmark itu. Misi baru yang dijuluki Arctic Sentry tersebut diluncurkan sebagai upaya meredakan ketegangan buntut desakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Misi ini akan memperkuat kehadiran militer di Greenland, yang dikritik Trump memiliki penjagaan lemah.
“Arctic Sentry menggarisbawahi komitmen Aliansi untuk melindungi anggotanya dan menjaga stabilitas di salah satu wilayah yang paling signifikan secara strategis dan paling menantang secara lingkungan di dunia,” kata Jenderal Angkatan Udara AS Alexus G. Grynkewich, Panglima Tertinggi Sekutu di Eropa. Misi Arctic Sentry akan dipimpin oleh Komando Pasukan Gabungan Norfolk (JFC Norfolk). JFC Norfolk akan berkolaborasi dengan Komando Transformasi Sekutu dan mengoordinasikan kegiatan dengan Komando Pertahanan Dirgantara Regional Amerika Utara (NORAD) AS dan Kanada, serta dengan Komando Utara AS dan Komando Eropa AS.
Kegiatan misi ini antara lain mencakup Arctic Endurance Denmark, serangkaian latihan multidomain yang dirancang guna meningkatkan kemampuan Sekutu dalam beroperasi di wilayah tersebut, dan latihan Cold Response Norwegia.
