Emiten ritel PT Multitrend Indo Tbk menyatakan bahwa penutupan Selat Hormuz belum memberikan dampak signifikan terhadap operasional maupun kinerja keuangan perseroan. Direktur Utama Niraj Jain menjelaskan bahwa rantai pasok, ketersediaan barang, dan distribusi masih berjalan normal tanpa gangguan berarti hingga saat ini.
Meski demikian, perseroan mulai mengamati adanya dampak ringan terhadap pendapatan, yang dipicu oleh penurunan kepercayaan konsumen, pembatalan perjalanan, serta sikap wait-and-see dari pelanggan. Namun, manajemen menegaskan bahwa dampak tersebut masih dalam kategori terkendali dan belum memengaruhi kinerja secara material. Untuk jangka menengah hingga panjang, risiko terhadap rantai pasok dinilai tetap terbatas karena mayoritas sumber pasokan berasal dari dalam negeri dan kawasan Asia.
Dalam menghadapi dinamika global, perseroan telah menyiapkan berbagai strategi mitigasi, termasuk diversifikasi pemasok, optimalisasi persediaan, serta efisiensi operasional. Selain itu, perusahaan juga mengantisipasi potensi kenaikan biaya logistik dan bahan baku akibat dampak global dari penutupan Selat Hormuz, meskipun hingga kini belum berdampak signifikan. Perseroan menegaskan tetap menjalankan rencana bisnis tanpa aksi korporasi material tambahan.
