MSCI mempertahankan kebijakan pembekuan terhadap saham Indonesia dalam Tinjauan Indeks Agustus 2026. Keputusan tersebut membuat tidak ada saham Indonesia yang akan ditambahkan ke dalam MSCI Investable Market Indexes (IMI), sementara peningkatan Foreign Inclusion Factor (FIF) dan Number of Shares (NOS) juga tetap dibekukan.
Selain itu, MSCI tidak akan melakukan penyesuaian segmen ukuran indeks terhadap saham Indonesia, termasuk perpindahan saham dari kategori Small Cap ke Standard. Kebijakan ini menunjukkan bahwa pembatasan terhadap proses evaluasi dan perubahan komposisi saham Indonesia dalam indeks global MSCI masih terus berlanjut.
MSCI juga tetap mengeluarkan saham Indonesia yang dikategorikan memiliki High Shareholding Concentration (HSC) dari indeks globalnya. Dalam menentukan estimasi free float, MSCI akan menggunakan informasi keterbukaan kepemilikan saham dengan ambang 1 persen, sehingga isu konsentrasi kepemilikan dan transparansi struktur pemegang saham tetap menjadi perhatian penting bagi pasar modal Indonesia.
