Minyak Jadi Biang Kerok Defisit Neraca Dagang Juni 2026

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca dagang Indonesia pada Mei 2026 defisit US$1,61 miliar. Sementara itu, secara kumulatif Januari-Mei 2026 masih tercatat surplus US$4,03 miliar. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono mengatakan defisit berasal dari transaksi perdagangan sektor migas senilai US$3,76 miliar, sedangkan nonmigas surplus US$2,15 miliar. Defisit terjadi karena kinerja ekspor yang tercatat US$23,20 miliar jauh lebih rendah dibandingkan impor yang tercatat sebesar US$24,81miliar per Mei 2026.

Sementara itu, secara kumulatif, ada lima komoditas penyumbang defisit yakni mesin dan peralatan mekanis yang minus US$12,74 miliar. Lalu, mesin dan perlengkapan elektrik minus US$6,23 miliar. Kemudian, plastik dan barang dari plastik defisit US$3,74 miliar, Serelia minus US$1,62 miliar serta kendaraan udara dan bagiannya minus US$1,56 miliar.

Search