Lonjakan harga minyak mentah hingga menembus 100 dollar AS per barel memicu gejolak di pasar keuangan global. Bursa saham Amerika Serikat atau Wall Street pun tertekan, sementara pelaku pasar mulai mencermati risiko stagflasi (ekonomi macet, harga tetap naik tinggi) yang dapat mengganggu pertumbuhan ekonomi dunia.
Wall Street melemah pada perdagangan Senin (9/3/2026) setelah harga minyak melonjak tajam. Kenaikan harga energi tersebut memicu kekhawatiran bahwa inflasi tinggi bisa terjadi bersamaan dengan perlambatan pertumbuhan ekonomi. Mengutip CNBC Internasional pada Selasa (10/3/2026), indeks saham utama di Wall Street bergerak bervariasi pada penutupan perdagangan awal pekan. Indeks Dow Jones Industrial Average turun 338 poin atau sekitar 0,7 persen, setelah sebelumnya mencatat penurunan mingguan terbesar dalam hampir satu tahun.
