Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi bahwa curah hujan rata-rata pada musim kemarau 2026 lebih rendah dibandingkan rata-rata curah hujan dalam 30 tahun terakhir. Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menyatakan BMKG memprediksi musim kemarau pada tahun ini akan berlangsung lebih awal dan lebih lama, yang dimulai pada April atau Mei, dengan puncaknya pada Agustus. Sementara BMKG juga memantau fenomena El Nino di Indonesia, yang sejauh ini masih dalam kategori lemah hingga moderat.
Kementerian Kehutanan juga menggandeng BMKG untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada musim kemarau. Salah satu upayanya dengan rewetting (pembasahan kembali) lahan gambut dengan menggunakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) BMKG.
