KKP mengajukan proposal impor garam industri karena kualitas garam lokal belum memenuhi standar industri tertentu, terutama untuk industri klor-alkali. Impor garam ini ditujukan untuk industri seperti petrokimia, kertas, dan tekstil. Pemerintah masih menghitung jumlah pasti impor garam dan belum menentukan sumber impornya. Kebutuhan garam nasional diperkirakan 4,9 juta ton, sementara produksi dalam negeri dan sisa stok hanya memenuhi 63% kebutuhan. KKP menargetkan swasembada garam nasional pada 2027 dengan mengembangkan tambak garam di Indramayu. Indramayu dipilih sebagai fokus utama pengembangan infrastruktur dan pelatihan petambak untuk meningkatkan produksi garam.