Mentan Siapkan Rp40 M Bangun Pembibitan Kopi Gayo Usai Bencana Aceh

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyiapkan anggaran sekitar Rp30 miliar hingga Rp40 miliar untuk membangun kembali pusat pembibitan kopi di wilayah Gayo, Aceh, setelah bencana banjir dan longsor yang terjadi pada akhir 2025. Program pemulihan tersebut akan dilakukan melalui kerja sama dengan Universitas Syiah Kuala guna mempercepat rehabilitasi sektor perkebunan kopi di daerah terdampak.

Langkah ini diambil karena kawasan dataran tinggi Gayo merupakan salah satu sentra utama produksi kopi arabika nasional sekaligus komoditas ekspor unggulan Indonesia. Bencana banjir dan longsor menyebabkan kerusakan lahan, hilangnya lapisan tanah subur, serta menurunkan produktivitas tanaman kopi. Selain itu, banyak kebun kopi tertutup material longsor sehingga membutuhkan proses pemulihan dan penanaman ulang yang memerlukan biaya besar.

Peneliti dari Universitas Syiah Kuala menyebut kondisi tersebut semakin memperparah tekanan terhadap sektor kopi Aceh yang sebelumnya telah terdampak perubahan iklim. Petani juga menghadapi gangguan distribusi hasil panen serta meningkatnya ancaman hama dan penyakit tanaman. Situasi ini memunculkan kekhawatiran terhadap pasokan kopi arabika lokal dan potensi kenaikan harga akibat menurunnya produksi dari salah satu daerah penghasil kopi terbesar di Indonesia.

Search