Menteri Koordinator atau Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebutkan data transaksi belanja online terus meningkat. Ini menunjukkan tidak ada pelemahan daya beli di tengah masyarakat. Merujuk pada data Badan Pusat Statistik atau BPS, transaksi e-commerce pada kuartal II naik 7,55% secara kuartalan atau quarter to quarter (qtq). Menko Airlangga mengatakan peningkatan itu sejalan dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II 5,12% secara tahunan alias year on year (yoy) dan 4,04% qtq. Airlangga menyebutkan pertumbuhan jumlah transaksi belanja online tahun lalu 3,24 miliar kali atau naik lebih dari 11 kali lipat dibandingkan 2018 yang tercatat 80 juta kali. Ia menyatakan peningkatan jumlah transaksi itu terutama disebabkan oleh pertumbuhan pembelian produk perawatan pribadi (personal care) dan kosmetik, serta produk rumah tangga dan kantor.