Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan konflik antara Ukraina dan Rusia memicu adanya perlombaan antarnegara untuk lebih cepat pulih dari dampak pandemi Covid-19 maupun tekanan geopolitik. Sri Mulyani menjelaskan sejauh ini untuk tekanan dari pandemi Covid-19 yang memasuki tahun ketiga sudah berangsur lebih ringan mengingat tingkat kasusnya mulai menurun. Pandemi yang menjadi tantangan utama bagi berbagai negara ini sudah melewati puncaknya seiring upaya vaksinasi Covid-19 yang terus diakselerasi. Vaksinasi Covid-19 dinilai akan mampu memberikan lebih banyak ketahanan kepada penduduk terutama saat mereka beraktivitas sehingga ekonomi pun mulai pulih. Pencapaian target minimal 70 persen dari vaksinasi juga diupayakan berbagai negara karena akan memberikan keamanan dan keselamatan yang lebih bagi penduduk untuk aktif dalam kegiatan ekonomi maupun sosial.
Di sisi lain, berbagai negara kini menghadapi risiko tambahan terhadap ekonomi global seperti kenaikan harga komoditas baik energi, bahan tambang, mineral maupun harga pangan terutama akibat geopolitik dan perang antara Ukraina dan Rusia. Tingginya tekanan inflasi terutama yang datang dari komoditas seperti harga energi, harga listrik hingga harga pangan ini akan menjadi ancaman bagi pemulihan terutama pada daya beli rumah tangga. Hal tersebut yang juga melatarbelakangi International Monetary Fund (IMF) untuk merevisi ke bawah terhadap prospek ekonomi 2022 yakni dari 5,9 persen menjadi hanya 4,4 persen.