Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengungkapkan bahwa pemerintah membutuhkan investasi sebesar Rp842,48 miliar untuk meningkatkan keselamatan di sekitar 1.600 titik perlintasan sebidang di Indonesia. Langkah ini menjadi respons atas kecelakaan maut di Stasiun Bekasi Timur dan bagian dari upaya pemerintah memperbaiki sistem keselamatan transportasi perkeretaapian nasional.
Dari total kebutuhan anggaran tersebut, sekitar Rp603,9 miliar atau 72 persen akan ditanggung Kementerian Perhubungan melalui biaya operasional (OPEX) skema IMO. Sementara Rp238,6 miliar sisanya atau 28 persen berasal dari PT KAI dalam bentuk belanja modal (CAPEX). Dana tersebut akan digunakan untuk penyediaan petugas penjaga lintasan, pembangunan pos jaga, serta fasilitas mekanikal dan elektrikal pendukung keselamatan.
Pemerintah juga telah memulai kick-off penanganan perlintasan sebidang sejak 5 Mei 2026 dan berkomitmen menutup 172 perlintasan berisiko tinggi. Menhub menyebut kebutuhan anggaran ini masih lebih kecil dibanding estimasi Presiden Prabowo Subianto sebesar Rp4 triliun karena nantinya akan disinkronkan dengan pembangunan infrastruktur lain seperti flyover dan underpass.
