TNI menargetkan pembangunan 750 satuan di tingkat kabupaten/kota di seluruh Indonesia hingga 2029. Program itu menjadi bagian dari implementasi Optimum Essential Force (OEF) yang tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029 guna mewujudkan postur pertahanan nasional yang adaptif dan modern. Satuan yang dibangun terdiri dari Batalyon Teritorial Pembangunan (Yon TP), satuan bantuan tempur, hingga satuan bantuan administrasi. Dari total target tersebut, sebanyak 593 merupakan Yon TP, sedangkan 157 lainnya berupa satuan bantuan tempur dan bantuan administrasi.
Berdasarkan laporan per April 2026, TNI telah membentuk sekitar 30 Brigade Teritorial Pembangunan (BTP) dan 155 Yon TP. Kementerian Pertahanan (Kemenhan) menargetkan pembangunan 150 Yon TP setiap tahun. Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengatakan, pembentukan 750 batalion baru dilakukan untuk memperkuat kehadiran negara di daerah, termasuk menekan kriminalitas. Ia mengeklaim, setelah TNI menempatkan batalion dan membangun pangkalan di suatu daerah, angka kriminalitas menurun hingga lebih dari 50 persen.
Sjafrie mengatakan, prajurit Yon TP juga bertugas melakukan patroli keliling dan menghidupkan kembali sistem keamanan lingkungan (siskamling). Namun, menurut dia, pembangunan 750 batalion bukan untuk mengantisipasi serangan dari negara tetangga, melainkan untuk menjaga kedaulatan negara.
