Mendiktisaintek ungkap tiga hal penting guna hadapi disrupsi global

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menegaskan bahwa penguatan sains dan teknologi, sinergi lintas sektor, serta kolaborasi internasional menjadi kunci menghadapi disrupsi global yang semakin kompleks. Dunia saat ini menghadapi ketidakpastian yang berdampak langsung pada perdagangan, impor, energi, dan rantai pasok global. Meski Indonesia dinilai memiliki posisi yang relatif kuat, kesiapan nasional tetap perlu diperkuat agar mampu merespons perubahan secara cepat, terukur, dan strategis.

Menurutnya, tantangan global tidak dapat diselesaikan hanya melalui kebijakan jangka pendek, tetapi membutuhkan pembangunan fondasi jangka panjang berbasis penguasaan ilmu pengetahuan, inovasi teknologi, dan transformasi struktural nasional. Pengembangan teknologi dan riset dipandang sebagai fondasi utama pembangunan masa depan sekaligus instrumen untuk memperkuat daya tahan nasional di tengah dinamika global.

Sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto terkait kemandirian strategis nasional, terutama di sektor energi dan bidang rentan lainnya, Kemdiktisaintek mendorong penguatan ekosistem sains dan teknologi. Perguruan tinggi, lembaga riset, pemerintah, dan dunia industri diharapkan semakin terintegrasi agar inovasi dapat berkontribusi nyata pada kebijakan publik dan penyelesaian persoalan strategis bangsa melalui kolaborasi konkret antar pemangku kepentingan.

Search