Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menekankan pentingnya efisiensi anggaran daerah, terutama pada pos perjalanan dinas yang dianggap tidak perlu. Menurutnya, dana tersebut lebih baik dialihkan untuk program yang bermanfaat bagi masyarakat. Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah pusat melakukan penghematan fiskal akibat meningkatnya harga minyak dunia.
Selain perjalanan dinas, Tito juga mendorong penghematan energi seperti listrik dan BBM dengan mekanisme yang pernah diterapkan saat pandemi Covid-19, misalnya mematikan lampu dan AC saat kantor ditinggalkan, serta menerapkan sistem kerja dari rumah (WFH) dengan pengawasan digital. Sistem absensi online berbasis GPS akan digunakan untuk memastikan pegawai benar-benar bekerja dari rumah.
Sementara itu, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan bahwa penghematan anggaran tidak akan menyentuh program unggulan pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis, Koperasi Desa Merah Putih, dan Sekolah Rakyat. Pemerintah lebih memilih menunda belanja yang tidak produktif, seperti pembangunan gedung yang belum mendesak, agar fokus pada program yang berdampak langsung bagi masyarakat.
