Membincangkan Demokrasi Kita

Buku Agora Demokrasi karya Moh Ilham A Hamudy menyoroti paradoks demokrasi Indonesia yang masih terjebak antara semangat reformasi dan dominasi oligarki. Demokrasi berjalan dengan praktik pemilu dan kebebasan berekspresi, namun pelaksanaannya sering menimbulkan kontroversi dan pelanggaran prinsip demokratis, sehingga muncul istilah hybrid regime yang menggambarkan stagnasi transisi politik.

Analisis dalam buku ini menunjukkan bagaimana kedaulatan rakyat melemah, partisipasi politik menurun, dan kebijakan publik sering dibajak oleh kepentingan segelintir elite. Kondisi ini menimbulkan kesenjangan antara rakyat sebagai pemegang kedaulatan dan elite yang berkuasa, sehingga demokrasi kehilangan substansinya dan berubah menjadi “demokrasi tanpa demos.”

Selain membahas dinamika nasional, buku ini juga menyoroti problem politik lokal, birokrasi, serta relasi antar-lembaga negara. Dengan dokumentasi perjalanan demokrasi sejak awal Reformasi hingga kini, buku ini menjadi referensi penting untuk memahami akumulasi persoalan yang membentuk wajah demokrasi Indonesia, baik sisi keberhasilan maupun kegagalannya.

Search