MBG Dan Global Nutrition Report 2026

Ketika masa libur sekolah telah usai, operasional dapur SPPG yang sempat dihentikan sementara untuk keperluan evaluasi menyeluruh kembali berjalan. Diharapkan operasional Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat berjalan lebih baik setelah dilakukan evaluasi dan penataan menyeluruh terhadap sistem dapur SPPG. Upaya perbaikan tata kelola ini sebelumnya telah dikemukakan melalui berbagai tulisan di Harian Rakyat Merdeka, yang menyoroti pentingnya penilaian dampak kesehatan, pengalaman dari negara lain, keterlibatan institusi terkait, hingga peran program ini dalam penuntasan masalah kesehatan seperti tuberkulosis.

Sebagai referensi strategis, “The 2026 Global Nutrition Report” menekankan bahwa keberhasilan program gizi harus mengintegrasikan sektor pangan, sistem kesehatan, dan perlindungan sosial. Laporan ini menyoroti hubungan erat antara gizi dan perubahan iklim, di mana pergeseran pola makan dan cuaca ekstrem berisiko memengaruhi produktivitas pertanian, kandungan nutrisi tanaman, serta stabilitas harga pangan yang pada akhirnya berdampak pada ketahanan gizi masyarakat.

Untuk menjamin keberlanjutan dan efektivitas program, diperlukan skenario win-win melalui dialog intensif dan kerja sama lintas sektor, sebagaimana ditekankan pula dalam Nutrition for Growth (N4G) Paris Summit 2025. Kerangka kerja baru yang ditawarkan oleh laporan tahun 2026 ini, yang mencakup penguatan tata kelola, penganggaran, kapasitas, dan data, diharapkan dapat menjadi acuan penting bagi pemerintah dalam mengelola MBG agar penyediaan makanan sehat berjalan lebih merata dan berkelanjutan.

Search