Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ani Ruspitawati mengimbau masyarakat untuk mewaspadai penularan penyakit Campak saat kegiatan silaturahmi pada momen Idul Fitri. Ia mengingatkan agar masyarakat tidak sembarangan menyentuh atau mencium bayi dan balita karena daya tahan tubuh mereka masih rentan terhadap infeksi. Meski belum ditemukan kasus campak di Jakarta, penyakit tersebut sudah muncul di sejumlah wilayah sekitar ibu kota sehingga kewaspadaan tetap diperlukan.
Menurut Ani, masyarakat terutama yang memiliki anak kecil perlu meningkatkan kewaspadaan menjelang hari raya karena mobilitas dan interaksi sosial biasanya meningkat. Kondisi tersebut berpotensi mempercepat penularan penyakit menular, termasuk campak, jika tidak diantisipasi dengan baik melalui perilaku hidup bersih dan perhatian terhadap kesehatan anak.
Sementara itu, dokter spesialis anak RSUD Pasar Rebo Arifianto menyebut campak masih sering ditemukan karena imunisasi anak yang belum lengkap. Ia mengaku hampir setiap pekan menangani pasien anak dengan kondisi serius akibat campak, bahkan hingga membutuhkan ventilator dan perawatan intensif. Ia menegaskan bahwa penyakit ini sebenarnya dapat dicegah melalui vaksinasi campak rubela yang diberikan tiga kali, yaitu saat usia 9 bulan, 18 bulan, serta penguat pada usia 6–7 tahun untuk membangun kekebalan tubuh anak.
