Manufaktur RI Masih Ekspansif, Tapi…

Pada Selasa (1/3/2022), IHS Markit melaporkan aktivitas manufaktur Indonesia yang dicerminkan dengan Purchasing Managers’ Index (PMI) berada di 51,2. Turun dibandingkan Januari 2022 yang tercatat 53,7. PMI menggunakan angka 50 sebagai titik mula. Kalau di atas 50, maka artinya dunia usaha sedang menjalani fase ekspansi. PMI manufaktur Indonesia sudah berada di atas 50 selama enam bulan beruntun.

Pandemi virus corona (Coronavirus Disease-2019/Covid-19) masih sangat mempengaruhi aktivitas ekonomi Tanah Air, termasuk di sektor manufaktur. Apalagi bulan lalu kasus positif harian Covid-19 sempat mencapai puncaknya yakni di atas 60.000 orang dalam sehari. Penyebabnya adalah penyebaran virus corona varian Omicron yang jauh lebih mudah menular dari varian-varian sebelumnya.

Kabar baiknya, penciptaan lapangan usaha di sektor manufaktur tetap tumbuh meski produksi dan penjualan melambat. Laju penciptaan lapangan kerja mencapai titik tertinggi sejak Februari 2020. Dunia usaha terus menambah karyawan untuk meningkatkan produksi karena melihat prospek peningkatan permintaan.

Secara umum, sentimen di sektor manufaktur Indonesia masih positif. Pertumbuhan ekonomi kuartal I-2022 mungkin akan terpengaruh (oleh pandemi), tetapi kami memperkirakan pertumbuhan ekonomi untuk keseluruhan 2022 bisa mencapai 5,1%,” papar Jingyi Pan, Economics Associate Director IHS Markit.

Search