PT PLN (Persero) menyatakan mendukung percepatan pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) yang kembali didorong pemerintah sebagai bagian dari proyek strategis nasional (PSN). Adapun, langkah percepatan itu ditempuh pemerintah untuk mengatasi persoalan sampah nasional sekaligus menambah pasokan energi domestik berbasis energi baru terbarukan (EBT). Sebanyak 25 proyek PSEL diprioritaskan untuk daerah dengan kondisi darurat sampah.
Pemerintah menargetkan penyelesaian administrasi proyek dalam waktu 6 bulan, sebelum dilanjutkan pembangunan fisik sekitar 2 tahun. Dalam skema terbaru, listrik yang dihasilkan dari PSEL akan dibeli PLN dengan tarif acuan sekitar US$0,20 per kWh.
