Kinerja ekonomi Indonesia pada tahun 2025 diproyeksikan meleset dari ekspektasi pemerintah di angka 5,2%. Estimasi paling moderat berada di kisaran 5% sampai dengan 5,1%. Sementara estimasi optimistiknya berada di angka 5,3%. Adapun konsensus ekonom dan analis memperkirakan kinerja ekonomi Indonesia 2025 hanya akan tumbuh paling tinggi 5,1% secara tahunan atau year-on-year (YoY). Berdasarkan estimasi median (median estimate) dari perkiraan para ekonom dan analis yang dihimpun Bloomberg, pertumbuhan ekonomi Indonesia selama tahun lalu yakni sebesar 5,1% jelas berada di bawah target APBN yakni 5,2%.
Estimasi tertinggi yakni pertumbuhan ekonomi 5,3% yang disampaikan satu-satunya oleh ekonom Citigroup Securities Indonesia, Helmi Arman. Adapun prediksi terendah yakni 4,7% dari Enrico Tanuwidjaja (PT Bank Uob Indonesia). PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) memperkirakan ekonomi tahun 2025 tumbuh 5,23%, sedangkan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. atau BRI (BBRI) hanya 5,17%.
Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memperkirakan pertumbuhan ekonomi sepanjang 2025 berpeluang di bawah target yang ditetapkan pada APBN yakni 5,2%. Namun demikian, Purbaya mengatakan bahwa ke depan pertumbuhan ekonomi bisa semakin melesat pada 2026. Dia turut melihat geliat perekonomian dari penerimaan pajak APBN Januari 2026 yang disebutnya tumbuh 30% (YoY).
