Komite Investasi Danantara Mengkaji 21 Proyek Strategis terkait Hilirisasi

CEO Danantara, Rosan Roeslani, mengungkapkan bahwa pihaknya akan mengkaji dengan hati-hati setiap proyek yang akan didanai oleh lembaga tersebut, termasuk 21 proyek hilirisasi yang diajukan oleh Kementerian ESDM kepada pemerintah. Rosan menyatakan, keputusan tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang meminta Danantara untuk mengedepankan asas kehati-hatian dalam berinvestasi. Dalam struktur Danantara, akan ada Komite Investasi yang bertugas menganalisis proyek-proyek yang akan didanai, dengan mempertimbangkan berbagai parameter, seperti penciptaan lapangan pekerjaan, pengurangan impor, peningkatan ekspor, dan daya saing.

Rosan menambahkan bahwa analisis terhadap setiap proyek dilakukan dengan cermat, baik dari sisi investasi maupun operasional Danantara. Selain itu, aspek dampak jangka panjang terhadap generasi mendatang menjadi hal yang penting dalam setiap keputusan investasi. Proyek hilirisasi, renewable energy, dan pengembangan data center adalah beberapa sektor yang akan dievaluasi dengan teliti, guna memastikan bahwa investasi yang dilakukan memberikan manfaat positif bagi pembangunan ekonomi Indonesia. Sebelumnya, pemerintah menyepakati 21 proyek hilirisasi tahap pertama dengan total investasi sekitar 40 miliar dolar AS, yang sebagian dananya akan dibiayai oleh Danantara.

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, menjelaskan bahwa proyek-proyek ini mencakup sektor-sektor strategis seperti minyak dan gas, pertambangan, pertanian, hingga kelautan. Proyek hilirisasi ini diharapkan dapat memperkuat perekonomian nasional dengan target investasi tahap pertama mencapai sekitar 618 miliar dolar AS pada tahun 2025.

Search