Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) berencana melelang frekuensi 1,4 GHz untuk menyediakan layanan internet rumah murah dengan kecepatan 100 Mbps seharga Rp 100-150 ribu. Spektrum ini akan digunakan untuk broadband wireless access (BWA) oleh penyelenggara jaringan tetap lokal berbasis packet-switched, yang akan mendukung sektor pendidikan dan kesehatan. Dirjen Infrastruktur Digital Komdigi, Wayan Toni, menyatakan bahwa teknologi ini telah dikaji sebagai solusi yang lebih terjangkau bagi masyarakat. Proses lelang diperkirakan berlangsung pada minggu ketiga Februari 2025, dengan tiga blok wilayah yang memungkinkan tiga pemenang lelang.
Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), Muhammad Arif, optimis terhadap peningkatan penetrasi internet melalui BWA ini. Ia berharap Komdigi mempertimbangkan masukan terkait evaluasi tarif dan aspek teknis agar kualitas layanan tetap optimal bagi masyarakat. Dalam konsultasi publik sebelumnya, APJII telah menyampaikan tanggapan dan apresiasi terhadap langkah Komdigi dalam membuka dialog dengan berbagai pemangku kepentingan.
Sementara itu, Sekjen Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI), Marwan O Baasir, menyatakan pihaknya masih mempelajari rencana tersebut sebelum memberikan komentar lebih lanjut. Meski demikian, pemerintah menegaskan bahwa lelang ini dikhususkan untuk jaringan tetap packet-switched, bukan layanan seluler, dengan harapan dapat mendorong akses internet cepat dan terjangkau di berbagai wilayah Indonesia.