Koalisi Permanen Partai Politik Sulit Bertahan, Pengamat Ungkap Penyebabnya

Usulan Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia mengenai pembentukan koalisi permanen pendukung Presiden Prabowo Subianto dinilai sulit direalisasikan oleh pengamat politik Universitas Esa Unggul, Jamiluddin Ritonga.

Jamaluddin menyebut terdapat 3 hambatan utama yakni ideologi partai tidak jelas dan tidak solid. Meski sama-sama nasionalis dan religius, praktik politik tiap partai berbeda signifikan. Kedua adanya pembagian kekuasaan dalam koalisi sulit disepakati dan dijaga konsistensinya. Ketiga adalah adanya kecenderungan pragmatisme partai yang membuat kepentingan mudah berubah sesuai dengan dinamika politik, membuat koalisi rawan goyah.

Hal ini menunjukkan bahwa koalisi permanen hanya akan menjadi formalitas nama, bukan permanen dalam praktik. Jika terbentuk, sifatnya hanya sementara sesuai kepentingan politik masing-masing partai.

Search