Setelah mendengar pengangkatan calon pegawai negeri sipil atau CPNS ditunda, N (34), warga Kabupaten Banyuasin, langsung dirundung resah. N merupakan single parent dan kehilangan penghasilan karena sudah telanjur mengundurkan diri dari pekerjaan sebelumnya. N berharap pemerintah pusat mempertimbangkan kembali keputusan penundaan pengangkatan CPNS.
Keputusan pemerintah tak pelak membuat publik resah. Apalagi, ada sekitar 1,2 juta CASN yang kini masih belum bisa mendapatkan kejelasan terkait pengangkatan mereka. Berdasarkan data Menpan dan RB, CASN ini terdiri dari 248.970 CPNS dan 1.017.111 calon PPPK. Dengan banyaknya para pelamar dan orang-orang yang terdampak akibat penundaan ini, jagat maya pun bergejolak.
Pembicaraan terkait penundaan CPNS dengan tanda pagar (tagar) #TOLAKKEBIJAKANTMTSERENTAK menjadi salah satu tren. Hingga Minggu (9/3/2025) pukul 20.00 WIB, setidaknya terdapat 4.136 unggahan yang membahas tagar tersebut.Akun Instagram Kemenpan dan RB juga tidak luput dari sasaran. Unggahan Kementerian yang membeberkan informasi terkait rencana pengangkatan serentak, Jumat (7/3/2025), disukai lebih dari 25.000 akun dan dikomentari 13.000 akun. Meski lebih banyak yang disukai, sejumlah pertanyaan dan keluhan hadir dalam kolom komentar. Sebagian besar akun merasa terzalimi karena sudah telanjur berharap bisa diangkat sesuai dengan jadwal yang ditentukan sebelumnya.