Pelaku industri otomotif nasional mulai dilanda kekhawatiran atas pelemahan nilai tukar rupiah yang dinilai berpotensi menekan daya beli masyarakat serta memperberat biaya produksi kendaraan. Mengacu pada kurs Jisdor Bank Indonesia per Selasa (5/5/2026), rupiah tercatat sempat melemah hingga menyentuh level Rp17.425 per dolar Amerika Serikat (AS), yang disebut menjadi posisi terendah sepanjang sejarah. Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Jongkie Sugiarto mengatakan, depresiasi rupiah berisiko memperburuk kondisi pasar otomotif domestik yang hingga kini masih bergerak stagnan.
