Ketahanan Cadangan Devisa RI Bergantung Perkembangan Rupiah dan Capital Inflow

Ringkasan: Ekonom CORE Indonesia Yusuf Rendy Manilet menilai arah cadangan devisa Indonesia hingga akhir 2026 sangat bergantung pada perkembangan nilai tukar rupiah dan arus modal asing. Cadangan devisa tercatat turun sekitar US$11 miliar secara year to date, dari US$156,4 miliar pada akhir 2025 menjadi US$144,9 miliar pada akhir Mei 2026.

Penurunan cadangan devisa terutama disebabkan oleh pembayaran utang luar negeri pemerintah dan penggunaan cadangan devisa untuk menstabilkan rupiah di tengah ketidakpastian pasar global. Meski demikian, posisi cadangan devisa Indonesia masih dinilai relatif aman karena setara dengan sekitar 5,5 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, di atas standar internasional sekitar tiga bulan impor.

Yusuf memperkirakan cadangan devisa akhir tahun berada di kisaran US$135 miliar hingga US$142 miliar. Namun, jika tekanan rupiah dan arus keluar modal asing terus berlanjut, cadangan devisa berisiko turun ke kisaran US$130 miliar hingga US$135 miliar. Ia menekankan pentingnya penguatan ekspor, pengendalian defisit transaksi berjalan, peningkatan investasi, dan pendalaman pasar keuangan domestik untuk menjaga ketahanan eksternal Indonesia.

Search