Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengungkapkan rencana pembentukan Daerah Kerja (Daker) Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) pada penyelenggaraan haji tahun 2027. Daker khusus ini akan berfokus menangani pelayanan jemaah selama puncak ibadah haji sehingga para petugas tidak lagi dibebani tugas lain di sektor atau daerah kerja yang berbeda.
Selama ini, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi hanya memiliki tiga daker utama, yaitu Daker Bandara, Daker Makkah, dan Daker Madinah. Untuk menghadapi puncak haji, dibentuk Satgas Arafah, Satgas Muzdalifah, dan Satgas Mina yang dipimpin oleh kepala masing-masing daker. Selain itu, terdapat Mobile Crisis Rescue (MCR) serta Tim Khusus Mina yang bertugas membantu pelayanan dan penanganan situasi di kawasan Armuzna.
Menurut Dahnil, pembentukan Daker Armuzna akan membuat petugas lebih siap dan segar saat melayani jemaah karena mereka tidak harus bertugas selama lebih dari 60 hari seperti sistem saat ini. Ia juga membuka kemungkinan adanya petugas khusus untuk Media Center Haji (MCH) yang hanya bertugas selama fase Armuzna. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan dan pendampingan jemaah pada masa puncak pelaksanaan ibadah haji.
