Kejar Target 8%, Menteri Prabowo Kompak Beberkan Potensi Ekonomi RI

CNBC Indonesia Economic Outlook 2025 digelar dengan tema Riding the Wave of 8% Economic Expansion untuk membahas strategi mencapai pertumbuhan ekonomi 8%. Acara ini menghadirkan tokoh-tokoh penting, termasuk Chairul Tanjung yang menyoroti dampak global dari terpilihnya kembali Donald Trump sebagai Presiden AS. Salah satu strategi utama yang diusung adalah program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disebut Hashim Djojohadikusumo mampu menggerakkan perekonomian desa melalui sektor UMKM dan koperasi. Sementara itu, Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyatakan bahwa 15% dari belanja negara sebesar Rp 3.621,3 triliun akan dialokasikan untuk program produktif guna mendorong PDB nasional.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan optimistis target swasembada pangan dapat dipercepat dari 2029 menjadi 2026, sejalan dengan arahan Prabowo Subianto. Strategi lain yang didorong adalah pembentukan Dana Anagata Nusantara (Danantara), di mana CEO BPI Danantara Rosan Roeslani menekankan pentingnya hilirisasi sumber daya alam, seperti nikel, untuk meningkatkan nilai tambah dan menciptakan lapangan kerja. Menurutnya, ekspor nikel yang diolah telah meningkat signifikan dari US$ 3,3 miliar pada 2017-2018 menjadi US$ 30 miliar di 2024.

Menteri BUMN Erick Thohir menekankan bahwa Danantara bertujuan memastikan keberlanjutan ekonomi nasional di tengah keterbatasan sumber daya alam. Ia menegaskan bahwa Indonesia harus bersiap melakukan pivot menuju industrialisasi berbasis industri dasar agar tidak bergantung pada SDA yang suatu saat akan habis. Acara ini mendapat dukungan dari berbagai perusahaan besar seperti Bank BRI, Bank Mandiri, Telkom Indonesia, dan Astra International, yang menunjukkan sinergi antara pemerintah dan dunia usaha dalam mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional.

Search