Kecewa Berat, Alasan Presiden UEFA Boikot Final Piala Dunia 2026

Presiden UEFA Aleksander Ceferin disebut memilih tidak menghadiri final Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Argentina di New Jersey sebagai bentuk kekecewaan terhadap FIFA. Hubungan UEFA dan FIFA disebut memanas akibat sejumlah kebijakan yang dinilai menabrak aturan sepak bola dan mengancam integritas institusi. Salah satu pemicunya adalah penangguhan kartu merah Folarin Balogun yang memungkinkan pemain Amerika Serikat tersebut tetap tampil, yang oleh UEFA dinilai sebagai bentuk intervensi terhadap integritas kompetisi.

Perbedaan sikap juga terlihat dalam sejumlah isu lain, termasuk persoalan imigrasi di Amerika Serikat, perubahan aturan teknis pertandingan, hingga penerapan jeda minum dan jeda pertandingan final yang dinilai terlalu panjang. UEFA juga mengkritik kebijakan harga tiket dinamis FIFA yang dianggap membuat biaya menonton pertandingan semakin mahal. Sebaliknya, UEFA berjanji menjaga harga tiket Euro 2028 tetap terjangkau dan tidak menerapkan sistem kenaikan harga dinamis.

Ketegangan semakin terlihat setelah Ceferin disebut menolak gagasan Presiden FIFA, Gianni Infantino untuk memperluas Piala Dunia 2030 menjadi 64 peserta. Dalam perkembangan turnamen 2026, Spanyol akhirnya keluar sebagai juara setelah mengalahkan Argentina 1-0 melalui gol Ferran Torres pada menit ke-113. Gelar tersebut menjadi trofi Piala Dunia kedua bagi Spanyol setelah sebelumnya meraih juara pada 2010.

Search