Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memaparkan bahwa Indonesia membutuhkan persetujuan semua negara anggota untuk bergabung Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD). Kesepakatan diperlukan dari semua anggota klub negara maju tersebut, termasuk persetujuan dari Israel.
Airlangga menyatakan bahwa sikap Indonesia terhadap peluang normalisasi hubungan dengan Israel masih sama seperti yang diumumkan oleh Presiden Prabowo Subianto dalam sidang Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) pada September 2025 lalu. Pada pidatonya Prabowo menyatakan bahwa Indonesia akan mengakui Israel sebagai negara jika Israel menyatakan Palestina sebagai negara yang merdeka dan berdaulat. Israel merupakan salah satu dari 38 negara anggota tetap OECD. Seperti diketahui, Indonesia sedang menjalani proses untuk bergabung dengan organisasi internasional tersebut.
