Jusuf Kalla di Pusaran Kasus Ijazah Jokowi, Murni Hukum atau Manuver Politik?

Kasus ijazah Presiden Joko Widodo kembali mencuat setelah nama Jusuf Kalla (JK) terseret dalam polemik melalui tudingan Rismon Hasiholan Sianipar yang menyebut JK sebagai penyokong dana. JK langsung membantah keras tudingan pemberian Rp5 miliar tersebut dan menegaskan tidak pernah mengenal Rismon. Ia bahkan melaporkan Rismon ke polisi atas dugaan pencemaran nama baik.

Rismon kemudian mengklarifikasi bahwa dirinya menjadi korban kecanggihan teknologi AI. Namun, menurut pengamat politik Arifki Chaniago, pencatutan nama besar seperti JK justru memperpanjang isu ijazah Jokowi karena memantik perbincangan baru di publik dan media sosial. Hal ini membuat polemik yang sempat mereda kembali viral.

Arifki menilai ada pihak yang menunggangi kasus ini untuk mencari keuntungan politik, bahkan berpotensi membenturkan JK dengan Jokowi. Ia menekankan bahwa pencatutan nama JK sarat nuansa politik dan tidak bisa dibaca semata dari sisi hukum, melainkan terkait dinamika politik yang bisa mengarah pada agenda Pilpres 2029 maupun upaya delegitimasi terhadap kedua tokoh.

Search